Komunikasi Personal, Interpersonal dan Komunikasi Organisasi dalam Human Relation dan Analysis Berita

0

Analisa Faktor Semantik, Psikologi, Fisik Dan Stereotip Pada Debat Dan Adu Dalil Mahfud MD Vs Komisi III DPR

           
Gambar. psmag.com
Gambar. psmag.com

      Proses komunikasi melibatkan penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan. Proses komunikasi dapat dibagi menjadi dua tahap, yaitu proses komunikasi secara primer dan proses komunikasi secara sekunder. Proses komunikasi primer terjadi secara langsung melalui bahasa, lambang, isyarat, gambar, dan lainnya. Sementara itu, komunikasi sekunder menggunakan media perantara seperti televisi, radio, majalah, dan koran.


    Dalam komunikasi massa, terdapat filter atau penyaring yang mempengaruhi proses komunikasi. Beberapa filter komunikasi termasuk semantik (makna bahasa), psikologi, fisik, dan stereotip. Gangguan semantik terjadi ketika komunikator dan komunikan memiliki pemahaman yang berbeda tentang makna kata atau penggunaan jargon. Gangguan psikologi terjadi ketika persepsi seseorang mempengaruhi pemahaman pesan. Gangguan fisik terjadi ketika gangguan teknis atau kebisingan menghalangi komunikasi yang efektif. Stereotip dapat mempengaruhi komunikasi jika orang memiliki prasangka atau asumsi yang tidak akurat tentang pihak lain.


    Dalam komunikasi antarpribadi, terdapat faktor-faktor yang dapat memengaruhi interaksi, seperti kekuatan relasi, emosi, persepsi, dan pengalaman individu. Interaksi antarpribadi cenderung lebih intim dan dapat melibatkan aspek nonverbal seperti kontak mata, bahasa tubuh, dan sentuhan. Meskipun teknologi memainkan peran penting dalam komunikasi manusia saat ini, penting bagi kita untuk tetap menyadari pentingnya hubungan antarpribadi yang melibatkan kehadiran fisik dan emosi yang lebih kuat.


Analysis beritaAdu dalil Mahfud MD vs komisi III DPR


    Berita menggambarkan sebuah komunikasi debat antara Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, dengan Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP, Arsul Sani. Dalam adu dalil mereka, berita tersebut masuk ke dalam kategori komunikasi interpersonal secara primer atau secara langsung. Namun, karena berita ini disiarkan melalui media televisi dan media sosial lainya yang membuat permasalahan ini lebih cenderung masuk ke dalam kategori komunikasi organisasi. Komunikasi organisasi melibatkan pertukaran informasi antara organisasi atau institusi dengan publiknya.
Dalam konteks komunikasi interpersonal ataupun organisasi, berita tersebut dapat dianalisis dari beberapa faktor:

    1. Faktor Semantik: Terdapat perbedaan interpretasi dan pemahaman terkait pernyataan dan dalil yang disampaikan oleh Mahfud MD dan Arsul Sani. Mereka menggunakan dalil hukum dan agama untuk membantah dan menanggapi argumen masing-masing. Gangguan semantik dapat terjadi ketika pesan yang disampaikan memiliki makna yang berbeda di antara komunikator dan komunikan.
    2. Faktor Psikologi: Terlihat adanya penggunaan strategi retorika dalam adu dalil antara Mahfud MD dan Arsul Sani. Keduanya menggunakan argumen hukum dan religius untuk memperkuat posisi masing-masing. Di samping itu, mereka juga menunjukkan emosi dalam komunikasi mereka, seperti ketidaksenangan dan penghormatan terhadap lawan bicara.
    3. Faktor Fisik: Komunikasi ini dilakukan melalui pertemuan langsung antara Mahfud MD dan Arsul Sani dalam rapat Komisi III DPR. Faktor fisik, seperti ekspresi wajah dan intonasi suara, dapat memengaruhi cara pesan disampaikan dan diterima.
    4. Faktor Stereotip: Dalam berita tersebut tidak secara eksplisit membahas stereotip, Namun kemungkinan muncul dalam pandangan atau pendapat anggota lainya dan masyarakat terhadap Mahfud MD dan Arsul Sani, terutama terkait dengan latar belakang dan posisi mereka dalam politik. Stereotip ini dapat mempengaruhi cara orang menafsirkan dan merespons pesan yang disampaikan oleh keduanya.

Kesimpulan:
        Berita tersebut merupakan contoh komunikasi interpersonal dan juga organisasi antara Mahfud MD dan Arsul Sani yang disiarkan ke publik. Dalam komunikasi ini, terdapat faktor semantik, psikologi, dan fisik yang mempengaruhi cara pesan disampaikan dan diterima. Namun, tidak terlihat secara eksplisit faktor stereotip dalam berita tersebut.

Saran:
    Untuk meningkatkan komunikasi interpersonal, penting bagi semua pihak untuk memperhatikan pemahaman dan interpretasi yang saling tepat terhadap pesan yang disampaikan. Menghindari penggunaan bahasa yang ambigu dan memastikan pemahaman yang sama dapat membantu mengurangi gangguan semantik. Selain itu, menjaga sikap saling menghormati dan mengelola emosi dengan baik juga penting untuk menciptakan komunikasi yang lebih efektif dan produktif.


Dilansir dari situs TEMPO.CO, Selasa, 4 April 2023 11:01 WIB, Jakarta.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)