Jenis Komunikasi Dalam Debat dan Adu Dalil Mahfud MD Vs Komisi III DPR
![]() |
| Gambar.kajianpustaka.com |
Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan melalui lambang-lambang yang bermakna. Terdapat beberapa jenis komunikasi, antara lain:
- Komunikasi efektif: Komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap pada penerima pesan. Ini penting dalam hubungan antarmanusia untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
- Komunikasi formal: Komunikasi resmi yang dilakukan dalam suatu organisasi atau institusi. Mengikuti aturan dan prosedur yang ditetapkan oleh organisasi tersebut.
- Komunikasi informal: Komunikasi tidak resmi antara individu atau kelompok dalam suatu organisasi atau lingkungan sosial. Bisa berupa percakapan sehari-hari, gosip, atau penyebaran informasi pribadi.
- Komunikasi verbal: Komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan kata-kata atau bahasa lisan. Melibatkan kemampuan mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain.
- Komunikasi nonverbal: Bentuk komunikasi yang melibatkan pengiriman dan penerimaan pesan melalui tanda-tanda nonverbal seperti gerakan tubuh, ekspresi wajah, dan nada suara. Lebih kuat dalam menyampaikan makna daripada komunikasi verbal.
Komunikasi juga dapat melibatkan faktor-faktor seperti kinetik (gerakan tubuh), haptik (perasa atau sentuhan), penampilan fisik, artefak (objek personal), faktor lingkungan, proxemic (jarak personal), chronemic (penggunaan waktu), paralanguage (komunikasi vokal tanpa kata-kata), dan keheningan.
Dalam hubungan interpersonal, komunikasi yang baik sangat penting untuk membangun hubungan yang sehat dan saling menguntungkan.
Analisis Dari Berita Debat dan Adu dalil Mahfud MD vs komisi III DPR
Dalam sudut pandang komunikasi human relations, berita tersebut melibatkan interaksi antara individu-individu yang terlibat dalam konteks politik dan pemerintahan, yaitu Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Mahfud MD) dan Anggota Komisi III DPR Fraksi PPP (Arsul Sani). Interaksi ini mencerminkan pentingnya komunikasi efektif dalam membangun hubungan yang baik antara pemimpin dan anggota legislatif.
Berita tersebut masuk ke dalam kategori Komunikasi Formal dan Komunikasi Verbal. Komunikasi Formal terjadi dalam rapat antara Mahfud MD dan Arsul Sani di Gedung DPR, yang mengikuti aturan dan prosedur yang telah ditetapkan oleh organisasi tersebut. Komunikasi Verbal terjadi melalui percakapan dan pertukaran argumen antara kedua pihak menggunakan kata-kata dan bahasa lisan.
Dalam hubungan interpersonal, komunikasi yang baik sangat penting untuk mencapai pemahaman yang saling menguntungkan antara individu-individu yang terlibat. Dalam konteks ini, penting untuk memperhatikan aspek komunikasi efektif, yaitu kemampuan untuk mendengarkan dengan baik, memahami sudut pandang orang lain, dan mampu menghasilkan perubahan sikap yang diharapkan.
Kesimpulan dari berita tersebut adalah adanya adu dalil dan pendapat antara Mahfud MD dan Arsul Sani terkait kewenangan Mahfud MD sebagai Ketua Komite Nasional TPPU dalam mengumumkan informasi transaksi mencurigakan di Kementerian Keuangan. Keduanya menggunakan komunikasi verbal untuk menyampaikan argumen dan mempertahankan posisi masing-masing.
Saran yang dapat diberikan adalah pentingnya melanjutkan dialog dan komunikasi yang konstruktif untuk mencapai pemahaman yang lebih baik antara kedua pihak. Komunikasi yang efektif dan terbuka dapat membantu mengatasi perbedaan pendapat dan memperkuat hubungan antara politisi dan pemerintah. Selain itu, pemahaman yang lebih mendalam tentang batasan dan kewenangan dalam mengumumkan informasi penting seperti transaksi mencurigakan juga perlu diperhatikan untuk menghindari potensi pelanggaran hukum.
Dilansir dari situs TEMPO.CO, Selasa, 4 April 2023 11:01 WIB, Jakarta.

