Communication, dan Esteem Style dan Analysis Berita

0

Analisa Communication  Style Dan Esteem Pada Debat Dan Adu Dalil Mahfud MD Vs Komisi III DPR

Gambar.pl.freepik.com

        Gaya komunikasi adalah cara seseorang berkomunikasi dengan orang lain. Setiap individu memiliki gaya komunikasi yang berbeda-beda, dan gaya komunikasi tersebut mempengaruhi hubungan pribadi, karier, dan kesejahteraan emosional seseorang. Terkadang, gaya komunikasi lebih penting daripada konten komunikasi itu sendiri. Beberapa gaya komunikasi yang diidentifikasi oleh Tubbs & Moss (2014) antara lain The Controlling Style, The Equalitarian Style, The Structuring Style, The Dynamic Style, The Relinguishing Style, dan The Withdrawal Style.

    1. The Controlling Style: Gaya ini mengendalikan dan memaksa orang lain mematuhi pandangan mereka. Gaya ini adalah gaya satu arah, di mana pengirim pesan hanya memusatkan perhatian pada pengiriman pesan.
    2. The Equalitarian Style: Gaya ini berdasarkan kesamaan dan arus pesan verbal dua arah. Gaya ini efektif dalam memelihara empati dan kerja sama, khususnya dalam pengambilan keputusan.
    3. The Structuring Style: Gaya ini memanfaatkan pesan verbal untuk mempengaruhi orang lain dengan tujuan berbagi informasi tentang tujuan organisasi, jadwal kerja, aturan, dan prosedur.
    4. The Dynamic Style: Gaya ini agresif dan efektif dalam mengatasi masalah kritis. Pengirim pesan menggunakan gaya ini untuk merangsang para karyawan agar bekerja lebih cepat dan lebih baik.
    5. The Relinguishing Style: Gaya ini mencerminkan kesediaan untuk menerima saran, pendapat, atau gagasan orang lain. Gaya ini efektif jika pengirim pesan bekerja sama dengan orang yang berpengalaman dan bertanggung jawab.
    6. The Withdrawal Style: Gaya ini dapat mengakibatkan kelemahan dalam tindak komunikasi, di mana tidak ada keinginan untuk berkomunikasi dengan orang lain karena kesulitan antarpribadi.

        Ada beberapa faktor yang mempengaruhi gaya komunikasi seseorang, seperti kondisi fisik, peran, konteks historis, bahasa, hubungan, dan kendala. Karakter juga memainkan peran penting dalam komunikasi. Karakter seseorang mencerminkan tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak, atau budi pekerti yang membedakan individu tersebut dengan orang lain. Karakter dapat mempengaruhi cara seseorang berkomunikasi dan bereaksi terhadap berbagai situasi.


       Karakter dapat dikelompokkan berdasarkan berbagai faktor. Misalnya, karakter orang terbuka (ekstrovert) lebih suka mengarahkan energi dan perhatian pada dunia luar, sedangkan karakter orang tertutup (introvert) lebih fokus pada dunia dalam dirinya. Karakter juga dapat dilihat dari pola laku, seperti karakter pelaku, pemberi pengaruh, dan penghubung. Karakter juga dapat ditentukan berdasarkan ekspresi, gerakan, dan tingkat harga diri seseorang.


    Harga diri atau self-esteem adalah penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Hal ini dipengaruhi oleh interaksi, penghargaan, dan penerimaan orang lain terhadap individu tersebut. Pembentukan harga diri dimulai sejak masa kanak-kanak dengan mendapatkan penghargaan dari orang tua dan melalui perlakuan dari lingkungan. Harga diri juga dapat terbentuk melalui evaluasi individu terhadap dirinya sendiri secara positif atau negatif.


Analisis Berita Adu dalil Mahfud MD vs komisi III DPR


    Gaya komunikasi Mahfud MD dalam berita tersebut dapat dikategorikan sebagai The Controlling Style. Ia terlihat dominan dalam mengendalikan dialog dan memaksa pihak lain mematuhi pandangannya. Mahfud MD menggunakan argumen hukum dan mengutip dalil untuk membenarkan tindakannya, menunjukkan keyakinan yang tinggi terhadap dirinya sendiri. Gaya komunikasi ini mungkin mencerminkan harga diri yang kuat, di mana Mahfud MD merasa yakin dengan pengetahuannya dan merasa berhak untuk mendikte jalannya percakapan.


    Di sisi lain, gaya komunikasi Arsul Sani dapat dikategorikan sebagai The Equalitarian Style dan The Relinguishing Style. Arsul Sani menggunakan dalil dan argumen untuk menyampaikan pendapatnya, menunjukkan kesediaan untuk menerima saran atau pendapat dari pihak lain. Ia juga menggunakan pesan verbal dua arah dalam berkomunikasi, menunjukkan empati dan kerja sama dalam dialog.


    Dalam hal harga diri, baik Mahfud MD maupun Arsul Sani menunjukkan tingkat harga diri yang kuat. Mahfud MD menunjukkan keyakinan diri dan pengetahuannya dalam membela tindakannya, sedangkan Arsul Sani memberikan respons tegas terhadap pernyataan lawan bicaranya dengan mengutip dalil dan menggunakan argumen yang sesuai.


    Kesimpulan dari analisis ini adalah adanya perbedaan gaya komunikasi antara Mahfud MD dan Arsul Sani. Mahfud MD cenderung menggunakan gaya komunikasi yang dominan dan mengendalikan, sementara Arsul Sani menggunakan gaya komunikasi yang lebih santai, dengan mengedepankan arus pesan verbal dua arah. Kedua individu ini juga menunjukkan harga diri yang kuat, dengan meyakini argumen dan pendapat yang mereka sampaikan.


    Saran yang dapat diberikan berdasarkan analisis ini adalah pentingnya kesadaran akan gaya komunikasi yang digunakan dalam berinteraksi dengan orang lain. Menjadi lebih fleksibel dalam gaya komunikasi, seperti mengedepankan pendekatan yang lebih kolaboratif dan mendengarkan dengan empati, dapat memperbaiki hubungan interpersonal. Selain itu, mengembangkan harga diri yang sehat dan realistis juga penting untuk menjaga kesejahteraan emosional dan efektivitas komunikasi.


Gaya Komunikasi dan Harga diri yang saya miliki


    The Controlling Style contohnya ketika saya berorganisasi di SMA seperti osis dan pengurus ekskul Pramuka, terkadang saya suka memaksakan gagasan atau ide yang saya miliki dan terkadang memerintahkan ke anggota lainya terkait hal yang saya inginkan yang kesannya sedikit memaksa, The Structuring Style, dan The Withdrawal Style
(Penjelasannya mennyusul)


    Dalam hal harga diri, terkadang saya menunjukkan tingkat harga diri yang cukup kuat dalam menyampaikan suatu gagasan atau pendapat, karena dapat mengendalikan atau mempengaruhi orang lain. tetapi juga saya memili Perasaan yang tidak enak dengan orang lain, mungkin muncul jika orang lain  terpaksa mengikuti atau menggunakan ide maupun saran yang saya sampaikan tetapi tidak sesuai dengan apa yang diinginkan atau diharapkan.


Berita dilansir dari situs TEMPO.CO, Selasa, 4 April 2023 11:01 WIB, Jakarta.


Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)